Minggu, 16 Februari 2014

Kenali Tanda-tanda Air Tercemar

16.55

Mengenal Tanda Air Tercemar

Air tercemar adalah air yang telah terkontaminasi oleh bahan pencemar. Bagaimanakah pengaruhnya bagi makhluk hidup, terutama manusia, yang mengonsumsinya? 





Seperti kita ketahui, air banyak digunakan dalam berbagai keperluan masyarakat sehari-hari. Sementara air yang berada di alam dan pemukiman pada kenyataannya tidak ada yang betul-betul murni. Namun, air mengandung zat-zat terlarut maupun tidak terlarut yang ada di dalamnya. 



Selain mengandung padatan terlarut, air juga mengandung zat terlarut berupa gas dari udara seperti oksigen, karbondioksida, amoniak, dan sebagainya. Air juga menjadi pelarut terbaik yang mampu melarutkan garam alkali, garam transisi, dan beberapa senyawa karbon yang ada pada tanah.



Definisi air tercemar



Pengertian pencemaran menurut SK Menteri Kependudukan dan lingkungan Hidup No.2/MENKLH/1998 adalah masuk atau dimasukkannya makhluk, zat, energi, atau komponen lain dalam air atau udara dan berubahnya tatanan air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air atau udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Air dinyatakan tercemar jika tidak dapat digunakan untuk tujuan penggunaannya. Maksud dari air tercemar adalah air yang telah dimasuki makhluk hidup, zat, atau energi sehingga kualitas air tidak berfungsi sesuai dengan peruntukannya. 



Berdasarkan peruntukannya, air dibagi dalam beberapa golongan, antara lain: (1) golongan A yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu, (2) golongan B yaitu air yang dapat diguanakan sebagai air baku untuk air minum, (3) golongan C yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan, dan (4) golongan D yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, usaha pertokoan, industry, dan pembangkit tenaga listrik.





Tanda-tanda air tercemar

 



Air tercemar terjadi jika lingkungan air tersebut mengalami perubahan yang benar-benar tidak diharapkan, baik sifat fisik, kimiawi, maupun biologisnya. Dengan begitu, perubahan tersebut bisa mengganggu kesehatan dan aktifitas manusia serta organisme lainnya. Air tercemar bisa dilihat dari beberapa tanda berikut.

  • Perubahan suhu. Perubahan suhu air bisa mempengaruhi jumlah oksigen terlarut. Begitu pula dengan kegiatan industry, bisa mempengaruhi munculnya panas yang umumnya berasal dari gerakan mesin. Jika air hasil industri tersebut dibuang ke lingkungan sungai maka suhu air menjadi panas.

  • Perubahan keasaman. Sifat air, asam atau basa, tergantung pada besar-kecilnya Ph atau banyak-sedikitnya jumlah ion positif. Air limbah dan pembuangan dari industri yang dibuang ke sungai akan mengubah air Ph dan dapat mengganggu organisme dalam air. Perubahan pada air tersebut mengakibatkan munculnya warna kekuningan akibat materi organik. Warna air yang merah kekuningan menandakan adanya pencemaran besi dan pengotornya berupa lumpur berwarna merah kecokelatan. Jika berubah kekeruhan, kondisi ini manandakan air tanah telah tercemar oleh koloid (zat lekat seperti getah atau lem). Oleh sebab itu, lumpur pada tanah liat dan berbagai organisme pada plaktonnya bisa merubah air menjadi keruh.

  • Adanya rasa dan bau pada air. Air dalam kondisi normal dan bersih pada umumnya tidak berwarna sehingga tampak bening dan jernih. Namun hal ini tidak berlaku mutlak. Hal ini disebabkan zat beracun pada bahan buangan industri ada yang tidak mengakibatkan perubahan warna pada air. Adanya bau pada air lingkungan secara mutlak dapat digunakan sebagai salah satu tanda terjadinya pencemaran. Jika air memiliki rasa berarti telah terjadi penambahan material pada air serta mengubah komposisi ion hidrogen dan Ph air.

  • Timbulnya endapan, kolodial, dan bahan pelarut. Sebelum sampai ke dasar sungai (mengendap), bahan bangunan yang berbentuk padat akan melayang di dalam air bersama kolodial. Kondisi ini menyebabkan terhalangnya sinar matahari ke dalam lapisan air. Padahal sinar matahari sangat dibutuhkan mikroorganisme air untuk melakukan fotosintesis.

  • Adanya mikroorganisme. Keberadaan mikroorganisme sangat berperan dalam proses degradasi bahan bangunan dari limpah industri ataupun domestik. Bila bahan bangunan yang harus didegradasi cukup banyak, jumlah mikroorganisme pun ikut membengkak. Pada perkembangbiakan mikroorganisme ini tidak tertutup kemungkinan bahwa mikroba patogen juga ikut berkembang biak.

  • Meningkatnya radio aktifivitas pada lingkungan. Zat radiokatif dari berbagai kegiatan dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan biologis. Jika tidak ditangani dengan benar, radioaktif akan menimbulkan efek negatif, baik langsung maupun tak langsung.

Dengan semakin parahnya tingkat pencemaran pada air menuntut kita untuk mengadakan alat pengolah air yang terbaik. Sampai saat ini, baru sistem reserve osmosis yang bisa menjawab semua masalah air dengan menggunakan prodik reserve osmosis untuk mendapatkan hasil yang terbaik. 


Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

Silakan Ketik Komentar Anda

 

© 2013 Siksmat Blog. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top